Suka pemandangan alam, tapi tidak terlalu suka mendaki?
Tenang.
Menikmati alam tidak selalu berarti harus memakai sepatu trekking, membawa carrier, lalu berjalan berjam-jam menuju puncak.
Ada banyak destinasi di dunia yang memungkinkan kamu menikmati pegunungan, danau, hutan, pantai, hingga lanskap spektakuler dengan cara yang jauh lebih santai.
Bisa naik kereta.
Bisa naik cable car.
Bisa naik kapal.
Bisa menggunakan kendaraan.
Atau cukup berjalan santai beberapa menit dari area akses utama.
Jadi kalau selama ini kamu berpikir:
“Aku suka alam, tapi nggak suka hiking.”
Mungkin masalahnya bukan kamu tidak suka wisata alam.
Kamu hanya belum menemukan cara menikmati alam yang cocok untukmu.
Berikut beberapa destinasi yang bisa menjadi pilihan.
1. Swiss — Pegunungan Alpen Tanpa Harus Menaklukkan Puncak
Ketika mendengar kata Swiss, mungkin yang langsung terbayang adalah pegunungan Alpen.
Tetapi untuk menikmati keindahannya, kamu tidak harus menjadi pendaki.
Salah satu kelebihan Swiss adalah banyak kawasan pegunungan yang dapat dijangkau menggunakan kereta, cable car, funicular, atau gondola.
Kamu bisa naik menuju kawasan pegunungan, kemudian menikmati panorama dari desa, restoran, viewpoint, atau jalur jalan santai.
Di sejumlah destinasi seperti Mürren, Wengen, dan Zermatt, wisatawan dapat menikmati panorama Alpen tanpa harus membawa perlengkapan pendakian berat. Swiss Tourism juga mencatat sejumlah destinasi pegunungan yang bebas kendaraan dan dapat dicapai menggunakan cable car.
Bayangkan:
Naik kereta.
Keluar.
Di depan mata langsung pegunungan.
Tidak perlu mengejar summit.
Tidak perlu memaksakan stamina.
Cukup duduk menikmati pemandangan.
Swiss membuktikan bahwa menikmati gunung tidak selalu harus mendaki gunung.
2. Jepang — Menikmati Alam dengan Kereta, Cable Car, dan Onsen
Jepang terkenal dengan kota modernnya.
Tetapi negara ini juga punya lanskap alam yang luar biasa.
Dan menariknya, banyak pengalaman alam Jepang bisa dinikmati tanpa trekking panjang.
Salah satu contohnya adalah kawasan Noboribetsu di Hokkaido.
Di sini kamu bisa menikmati lanskap vulkanik, hutan, dan sumber air panas.
Kawasan Jigokudani atau “Hell Valley” memberikan pengalaman melihat aktivitas geothermal tanpa harus mendaki gunung.
Bahkan Noboribetsu Onsen memiliki fasilitas pemandian air panas yang dapat dinikmati wisatawan yang hanya melakukan kunjungan sehari.
Jadi setelah melihat alam...
Kamu bisa berendam.
Kalau udara sedang dingin, justru semakin nikmat.
Alam + onsen + kuliner Jepang.
Siapa bilang menikmati alam harus berkeringat?
3. Selandia Baru — Pemandangan Spektakuler dari Jalan dan Danau
Selandia Baru adalah surga bagi pecinta alam.
Pegunungan.
Danau.
Lembah.
Hutan.
Pantai.
Hampir semuanya ada.
Tetapi kamu tidak harus melakukan hiking panjang untuk menikmati pemandangannya.
Salah satu cara paling menyenangkan adalah melakukan scenic road trip.
Misalnya perjalanan menuju kawasan Aoraki/Mount Cook dan Lake Tekapo.
Pemandangan pegunungan, danau berwarna biru kehijauan, dan lanskap Southern Alps bisa dinikmati dari berbagai titik sepanjang perjalanan.
Bahkan Tourism New Zealand menawarkan itinerary yang menggabungkan Christchurch, Lake Tekapo, Aoraki Mount Cook, dan Tasman Glacier dengan pilihan perjalanan yang tidak hanya berfokus pada hiking.
Jadi di sini...
perjalanannya sendiri sudah menjadi destinasi.
Kamu bisa berhenti di viewpoint.
Minum kopi.
Foto-foto.
Lalu lanjut perjalanan.
Tidak perlu mengejar puncak.
4. Singapura — Alam di Tengah Kota
Mungkin agak mengejutkan.
Singapura sering dianggap sebagai destinasi shopping dan city tour.
Padahal negara ini juga punya ruang hijau dan kawasan alam yang menarik.
Bahkan kalau kamu tidak ingin hiking, ada berbagai cara menikmati suasana alam tanpa harus melakukan perjalanan panjang.
Salah satu pilihan adalah mengunjungi kawasan pulau seperti Lazarus Island, St John's Island, atau Kusu Island.
Singapore Land Authority mencatat pulau-pulau tersebut sebagai tempat untuk mencari suasana yang lebih tenang dari hiruk-pikuk kota, dengan akses melalui perjalanan laut.
Bayangkan pagi menikmati gedung pencakar langit.
Siang pindah ke pulau.
Duduk di tepi pantai.
Menikmati angin laut.
Sore kembali ke kota.
Tidak perlu mendaki satu bukit pun.
5. Milford Sound, Selandia Baru — Naik Kapal, Bukan Naik Gunung
Kalau kamu ingin melihat lanskap alam yang terasa seperti film tetapi tidak ingin hiking, Milford Sound bisa menjadi pilihan.
Salah satu cara paling populer menikmati kawasan ini adalah melalui cruise.
Dari atas kapal, kamu bisa melihat tebing-tebing tinggi, air terjun, hutan, dan lanskap fjord yang sangat dramatis.
Dan bagian terbaiknya?
Kamu cukup duduk.
Melihat ke kiri.
Melihat ke kanan.
Mengambil foto.
Lalu membiarkan alam melakukan sisanya.
Inilah tipe wisata alam yang cocok untuk traveler yang ingin mendapatkan pengalaman spektakuler tanpa aktivitas fisik yang terlalu berat.
Pemandangannya ekstrem.
Aktivitasnya justru santai.
6. Bali — Alam Tidak Selalu Berarti Mendaki Gunung
Kalau ingin menikmati alam tetapi tidak ingin jauh-jauh ke luar negeri, Bali juga punya banyak pilihan.
Pantai.
Sawah.
Air terjun.
Danau.
Hutan.
Tebing.
Dan tidak semuanya membutuhkan hiking panjang.
Kamu bisa menikmati sunrise dari kawasan pantai.
Mengunjungi persawahan.
Menikmati pemandangan Danau Beratan.
Atau sekadar duduk di kawasan Ubud sambil menikmati lanskap hijau.
Bahkan aktivitas seperti rafting atau river cruise memberikan pengalaman menikmati alam dengan cara yang berbeda.
Jadi jangan berpikir wisata alam harus selalu:
naik gunung → sampai puncak → turun gunung.
Ada banyak cara lain.
7. Baluran, Indonesia — Safari Alam Tanpa Harus Mendaki
Kalau ingin merasakan suasana alam yang berbeda, coba lihat Taman Nasional Baluran di Jawa Timur.
Kawasan ini terkenal dengan lanskap savana dan satwa liar.
Yang menarik, wisatawan dapat menjelajahi kawasan taman nasional menggunakan kendaraan.
Situs resmi pariwisata Indonesia menjelaskan bahwa kendaraan dapat digunakan untuk menuju kawasan Bekol dan Bama, sementara jalur-jalur tertentu tersedia untuk wisatawan dan pelajar.
Jadi kamu bisa menikmati:
savana + satwa + pegunungan + pantai
tanpa harus melakukan pendakian panjang.
Bahkan perjalanan menggunakan kendaraan melewati lanskap taman nasionalnya sendiri sudah menjadi bagian dari pengalaman.
Wisata Alam Tidak Harus Menguras Tenaga
Ada anggapan bahwa semakin sulit sebuah destinasi dicapai, semakin bagus pengalaman yang didapat.
Tidak selalu.
Untuk sebagian orang, justru pengalaman terbaik adalah ketika mereka bisa menikmati alam dengan santai.
Duduk di tepi danau.
Naik cable car.
Menikmati pemandangan dari kereta.
Berlayar di antara tebing.
Atau sekadar duduk di pinggir pantai.
Dan itu tetap disebut wisata alam.
Karena tujuan traveling bukan untuk membuktikan siapa yang paling kuat.
Tujuan traveling adalah mendapatkan pengalaman.
Kalau Tidak Suka Hiking, Pilih Destinasi dengan Akses yang Tepat
Sebelum memilih destinasi alam, jangan hanya melihat foto.
Perhatikan juga cara mencapai viewpoint-nya.
Apakah tersedia cable car?
Apakah bisa menggunakan kendaraan?
Apakah ada scenic train?
Apakah tersedia boat atau cruise?
Apakah viewpoint bisa dijangkau dengan jalan kaki singkat?
Hal-hal seperti ini sangat penting terutama jika kamu traveling bersama orang tua, anak-anak, atau anggota keluarga yang tidak terbiasa aktivitas fisik berat.
Bahkan beberapa destinasi alam memang sengaja menawarkan berbagai cara untuk menikmati lanskap tanpa harus melakukan aktivitas fisik ekstrem.
Di Selandia Baru misalnya, kawasan Abel Tasman dapat dinikmati melalui kombinasi berjalan kaki, kayak, maupun cruise boat.
Artinya...
kamu tidak harus memilih antara “hiking” atau “tidak menikmati alam sama sekali.”
Ada banyak pilihan di antaranya.
Karena Tidak Semua Traveler Ingin Menaklukkan Gunung
Ada traveler yang mengejar puncak.
Ada yang mengejar sunrise.
Ada yang mengejar foto.
Ada yang hanya ingin duduk sambil menikmati udara segar.
Semuanya sah.
Traveling bukan kompetisi.
Tidak ada penghargaan untuk traveler yang paling banyak berjalan.
Tidak ada medali untuk orang yang paling tinggi mencapai puncak.
Yang penting adalah...
apakah perjalanan itu membuatmu merasa senang?
Kalau iya, berarti kamu sudah menemukan cara traveling yang tepat.
Jadi kalau selama ini kamu sering berkata:
“Aku suka alam, tapi aku nggak suka hiking.”
Jangan buru-buru menyimpulkan bahwa wisata alam bukan untukmu.
Mungkin kamu hanya perlu memilih destinasi yang tepat.
Karena ternyata...
menikmati alam tidak selalu harus mendaki.
Kadang cukup naik kereta.
Kadang cukup naik kapal.
Kadang cukup naik cable car.
Dan kadang...
cukup duduk, diam, lalu melihat betapa indahnya dunia.