Pernah nggak, kamu pulang liburan bukan cuma membawa foto, oleh-oleh, dan cerita tentang tempat yang dikunjungi, tetapi juga merasa…
“Ternyata cara hidup orang di negara lain bisa benar-benar berbeda.”
Itulah salah satu hal menarik dari traveling ke luar negeri.
Kita mungkin awalnya pergi untuk melihat pemandangan, mencoba makanan, atau sekadar refreshing. Tetapi setelah beberapa hari berada di lingkungan yang berbeda, kita mulai menyadari bahwa yang sebenarnya sedang kita lihat bukan hanya destinasi.
Kita sedang melihat cara hidup orang lain.
Cara mereka menyapa.
Cara mereka makan.
Cara mereka menghormati orang yang lebih tua.
Cara mereka menggunakan ruang publik.
Bahkan cara mereka menikmati waktu bersama keluarga.
Kalau ingin merasakan pengalaman seperti ini, beberapa negara berikut bisa memberikan pengalaman budaya yang sangat berbeda dari keseharian traveler Indonesia.
1. Jepang — Ketika Hal Kecil Punya Makna
Jepang mungkin sudah sangat populer di kalangan traveler Indonesia.
Tetapi semakin lama berada di sana, semakin banyak hal kecil yang membuat kita sadar bahwa budaya Jepang tidak hanya terlihat dari kuil atau kimono.
Ada kebiasaan melepas sepatu ketika memasuki tempat tertentu, cara membungkuk sebagai bentuk penghormatan, hingga perhatian terhadap kenyamanan orang lain di ruang publik.
Japan National Tourism Organization juga menempatkan mempelajari tata krama dan kebiasaan lokal sebagai bagian dari pengalaman perjalanan di Jepang.
Bahkan traveler bisa mencoba pengalaman budaya secara langsung, seperti mengenakan kimono, mengikuti kegiatan tradisional, belajar kerajinan, menginap di ryokan, atau merasakan pengalaman onsen.
Di sinilah Jepang terasa berbeda.
Kita tidak hanya melihat budaya dari luar.
Kita mulai ikut menjalani sebagian kecil dari budaya tersebut.
Dan terkadang, justru dari hal sederhana seperti melepas sepatu atau belajar membungkuk dengan benar, kita mendapatkan pengalaman yang tidak akan ditemukan hanya dengan berfoto di depan objek wisata.
2. Maroko — Seperti Masuk ke Dunia yang Berbeda
Kalau ingin merasakan perubahan suasana yang sangat kuat, Maroko bisa memberikan pengalaman yang berbeda.
Begitu masuk ke kawasan medina, suasananya bisa terasa seperti berpindah dunia.
Jalan-jalan sempit, souk, toko kerajinan, aroma rempah, bangunan bersejarah, dan aktivitas masyarakat bercampur menjadi satu.
Menurut Moroccan National Tourist Office, medina merupakan bagian penting dari kehidupan budaya tradisional Maroko. Di berbagai medina, pengunjung dapat melihat kerajinan, pasar, arsitektur, dan aktivitas masyarakat yang telah diwariskan lintas generasi.
Belum lagi budaya minum teh mint.
Di Maroko, teh bukan sekadar minuman. Tradisi minum teh juga menjadi bagian dari keramahan dan interaksi sosial.
Bayangkan duduk di sebuah riad.
Minum teh.
Mengobrol dengan orang lokal.
Kemudian berjalan melewati gang kecil menuju souk.
Rasanya bukan seperti sedang mengunjungi tempat wisata.
Rasanya seperti sedang masuk ke kehidupan sebuah kota.
3. Korea Selatan — Tradisi Lama Hidup Berdampingan dengan Modernitas
Korea Selatan menarik karena kamu bisa merasakan dua dunia dalam satu perjalanan.
Di satu sisi ada gedung tinggi, subway, pusat belanja, K-pop, kafe modern, dan teknologi.
Di sisi lain ada istana, hanok, pakaian tradisional, ritual, makanan tradisional, dan berbagai warisan budaya.
Korea Tourism Organization mencatat berbagai warisan budaya takbenda Korea, termasuk pansori, Arirang, kimjang, serta ritual Jongmyo Jerye dan Jeryeak.
Inilah yang membuat perjalanan ke Korea terasa berbeda.
Pagi hari mungkin kamu berjalan di kawasan modern Seoul.
Siangnya memakai hanbok dan mengunjungi kawasan bersejarah.
Malamnya kembali ke pusat kota yang penuh lampu dan kafe.
Tradisi tidak selalu berarti sesuatu yang kuno dan jauh dari kehidupan modern.
Di Korea, keduanya bisa hidup berdampingan.
4. Turki — Ketika Dua Dunia Bertemu
Ada negara yang secara geografis saja sudah menarik.
Turki adalah salah satunya.
Negara ini berada di persimpangan kawasan Eropa dan Asia, dan perjalanan ke Turki membuat kita melihat bagaimana sejarah, agama, arsitektur, kuliner, dan kehidupan modern saling bertemu.
Di Istanbul, misalnya, traveler bisa menemukan masjid bersejarah, bazaar, kawasan tua, makanan khas, serta kehidupan kota modern dalam satu perjalanan.
Tetapi pengalaman budaya tidak harus selalu datang dari bangunan bersejarah.
Kadang justru terasa ketika duduk di tempat makan lokal, mencoba makanan yang belum pernah kita kenal, berjalan di pasar, atau berbincang dengan masyarakat setempat.
Karena budaya sebenarnya bukan hanya sesuatu yang dipajang di museum.
Budaya hidup di jalanan, dapur, pasar, dan meja makan.
5. India — Budaya yang Terasa di Hampir Setiap Sudut
India bisa menjadi pengalaman yang sangat berbeda bagi traveler yang terbiasa dengan suasana Asia Tenggara.
Mulai dari makanan, pakaian, bahasa, arsitektur, kehidupan pasar, hingga tradisi keagamaan, semuanya memberikan karakter yang kuat.
Yang menarik, India memiliki keragaman budaya yang sangat besar.
Jadi pengalaman di satu wilayah belum tentu sama dengan wilayah lainnya.
Ketika berjalan di kawasan kota tua, mengunjungi pasar lokal, mencoba makanan khas, atau melihat aktivitas masyarakat sehari-hari, traveler bisa merasakan bahwa budaya bukan sesuatu yang hanya muncul ketika ada festival.
Budaya hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Dan mungkin inilah yang membuat perjalanan ke India terasa sangat berbeda.
Bukan hanya karena tempatnya.
Tetapi karena ritme kehidupannya.
6. Jadi, Sebenarnya Apa yang Kita Cari Saat Traveling?
Semakin sering traveling, tujuan perjalanan bisa berubah.
Dulu mungkin kita berpikir:
“Yang penting tempatnya bagus.”
Kemudian berubah menjadi:
“Yang penting makanannya enak.”
Lalu akhirnya kita mulai mencari sesuatu yang lebih dalam.
“Aku ingin merasakan sesuatu yang belum pernah kurasakan sebelumnya.”
Di sinilah perjalanan lintas budaya menjadi menarik.
Kita belajar bahwa cara hidup yang berbeda bukan berarti salah atau aneh.
Hanya berbeda.
Kita belajar menyesuaikan diri.
Belajar menghormati kebiasaan lokal.
Belajar memahami bahwa dunia ternyata jauh lebih luas daripada lingkungan yang selama ini kita kenal.
Dan tanpa sadar, perjalanan tersebut juga membuat kita melihat kehidupan sendiri dari sudut pandang yang baru.
Traveling Bukan Hanya Tentang Pergi
Mungkin itu sebabnya ada perjalanan yang setelah bertahun-tahun masih kita ingat.
Bukan karena hotelnya paling mewah.
Bukan karena fotonya paling bagus.
Tetapi karena ada pengalaman yang membuat kita berkata:
“Aku baru pertama kali mengalami ini.”
Pertama kali tidur di ryokan Jepang.
Pertama kali minum teh mint di Maroko.
Pertama kali memakai hanbok di Korea.
Pertama kali menikmati perpaduan budaya Eropa dan Asia di Turki.
Atau pertama kali merasakan hiruk-pikuk kehidupan India.
Karena pada akhirnya, traveling bukan hanya tentang berapa banyak negara yang sudah kita datangi.
Tetapi tentang berapa banyak perspektif baru yang kita bawa pulang.
Dan mungkin, perjalanan terbaik bukan perjalanan yang membuat kita merasa dunia itu indah.
Tetapi perjalanan yang membuat kita sadar…
dunia ternyata jauh lebih beragam daripada yang selama ini kita bayangkan.