Buat sebagian traveler Indonesia, naik transportasi umum saat liburan ke luar negeri awalnya terasa seperti tantangan.
Takut salah jalur, bingung beli tiket, khawatir ketinggalan kereta, atau bahkan tidak tahu harus turun di mana.
Tapi setelah mencoba sendiri, justru ada pengalaman yang sering bikin traveler berkata, “Ternyata naik kendaraan umum di sini semudah ini!”
Bukan cuma soal kendaraan yang nyaman. Sistem transportasi di beberapa negara memang dirancang agar perjalanan menjadi bagian dari pengalaman liburan.
Mulai dari kereta yang terkenal tepat waktu, stasiun dengan petunjuk yang mudah dipahami, sampai perjalanan dengan pemandangan luar biasa.
Berikut beberapa negara yang transportasi umumnya bisa bikin traveler Indonesia auto kagum.
1. Jepang — Kereta Datang, Tinggal Ikuti Jadwal
Kalau bicara transportasi umum di luar negeri, Jepang hampir selalu masuk pembicaraan.
Jepang memiliki jaringan kereta yang sangat luas, mulai dari kereta lokal, subway, hingga Shinkansen. Menurut Japan National Tourism Organization, transportasi umum sering menjadi cara tercepat untuk bepergian di Jepang, sementara kereta di kota-kota besar dapat datang setiap beberapa menit.
Yang menarik adalah ketepatan waktunya. Jadwal kereta di Jepang terkenal sangat presisi sehingga traveler bisa merencanakan perjalanan dengan cukup detail.
Buat traveler Indonesia, pengalaman ini bisa terasa berbeda.
Bayangkan sudah melihat jadwal kereta, turun ke peron, menunggu sebentar, lalu kereta datang sesuai jadwal.
Tidak perlu terlalu sering bertanya.
Tinggal lihat papan informasi, ikuti nomor jalur, dan perjalanan pun dimulai.
Apalagi ketika pertama kali mencoba Shinkansen.
Bukan hanya cepat, tetapi pengalaman berada di dalam kereta sambil melihat pemandangan Jepang dari balik jendela juga menjadi bagian menarik dari perjalanan.
2. Swiss — Naik Transportasi Umum Sambil Menikmati Pemandangan
Kalau Jepang membuat kagum karena sistemnya, Swiss bisa membuat traveler kagum karena perjalanannya sendiri terasa seperti objek wisata.
Di Swiss, perjalanan dengan kereta, bus, dan kapal bisa membawa traveler melewati pegunungan, danau, lembah, hingga desa-desa cantik.
Swiss Tourism bahkan mempromosikan pengalaman menjelajahi negara tersebut menggunakan kombinasi kereta, bus, dan kapal. Ada pula berbagai rute kereta panorama yang memang dirancang untuk menikmati lanskap Swiss.
Jadi, naik kereta di Swiss bukan sekadar berpindah dari kota A ke kota B.
Kadang justru perjalanan menuju destinasi menjadi salah satu highlight liburan.
Yang menarik lagi, tersedia Swiss Travel Pass untuk wisatawan yang memberikan akses perjalanan dengan kereta, bus, dan kapal selama periode tertentu, serta akses transportasi lokal di banyak kota.
Bayangkan duduk santai di dalam kereta.
Di luar jendela terlihat pegunungan Alpen.
Tidak perlu menyetir.
Tidak perlu memikirkan parkir.
Tinggal duduk dan menikmati perjalanan.
Healing-nya bahkan dimulai sebelum sampai destinasi.
3. Korea Selatan — Subway Bikin Keliling Kota Terasa Mudah
Traveler Indonesia yang pertama kali datang ke Seoul mungkin awalnya melihat peta subway dan langsung berpikir:
“Wah, ini jalurnya sebanyak ini gimana cara bacanya?”
Tapi setelah memahami sistemnya, justru subway Seoul bisa menjadi salah satu cara praktis untuk berkeliling kota.
Menurut panduan resmi Visit Seoul, sistem subway memiliki petunjuk dalam bahasa Korea, Inggris, dan Mandarin. Jalurnya juga dibedakan berdasarkan warna sehingga lebih mudah diikuti oleh wisatawan.
Ini penting bagi traveler asing.
Karena kita tidak harus menguasai bahasa Korea terlebih dahulu untuk memahami rute dasar.
Mau ke kawasan belanja, tempat kuliner, area wisata, atau berpindah ke destinasi lain, subway menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari Seoul.
Menariknya, transportasi umum di Korea juga bisa membuat traveler merasa seperti ikut merasakan kehidupan lokal.
Bukan cuma datang sebagai turis.
Kita ikut naik kereta bersama warga lokal, berjalan di lorong stasiun, mencari pintu keluar, sampai belajar memahami ritme kehidupan kota.
4. Belanda — Kereta, Tram, Bus, Sampai Sepeda Saling Terhubung
Belanda punya sesuatu yang mungkin terasa sangat berbeda bagi traveler Indonesia.
Di sini, transportasi bukan hanya tentang kereta atau bus.
Sistem perjalanan bisa terhubung dengan tram, metro, ferry, bahkan sepeda.
Menurut situs resmi pariwisata Belanda, sebagian besar destinasi dapat dijangkau menggunakan kombinasi transportasi umum seperti kereta, bus, tram, metro, dan ferry. Sepeda juga bisa disewa di sejumlah stasiun kereta untuk melanjutkan perjalanan.
Bahkan wisatawan dapat menggunakan kartu debit, kartu kredit, smartphone, atau wearable tertentu untuk melakukan check-in dan check-out pada transportasi umum melalui OVpay.
Jadi setelah turun dari kereta, traveler bisa melanjutkan perjalanan dengan sepeda.
Tidak heran kalau menjelajahi kota di Belanda bisa terasa sangat fleksibel.
Dan ada satu pengalaman yang menarik:
naik sepeda bukan cuma aktivitas olahraga, tetapi bagian dari budaya transportasi sehari-hari.
5. Singapura — Cocok Buat Traveler yang Takut Nyasar
Kalau baru pertama kali mencoba transportasi umum di luar negeri, Singapura bisa menjadi pengalaman yang cukup bersahabat.
Sistem transportasi publiknya terintegrasi dengan kawasan perkotaan yang relatif kompak.
Buat traveler Indonesia yang terbiasa menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi online, pengalaman naik MRT di Singapura bisa menjadi semacam latihan sebelum mencoba sistem transportasi yang lebih kompleks di negara lain.
Yang membuatnya menarik bukan hanya kendaraannya.
Tetapi bagaimana informasi perjalanan, stasiun, kawasan wisata, dan perpindahan antarmoda dibuat agar perjalanan terasa lebih terstruktur.
Akhirnya, rasa takut “nanti nyasar gimana?” perlahan berubah menjadi:
“Oh, ternyata gampang juga.”
Dan setelah sekali berhasil naik MRT sendiri, biasanya traveler mulai lebih percaya diri mencoba transportasi umum di negara lain.
6. Kenapa Pengalaman Ini Bisa Bikin Traveler Indonesia Kagum?
Sebenarnya bukan berarti transportasi di negara-negara tersebut selalu sempurna.
Setiap sistem tetap memiliki jam sibuk, keterlambatan tertentu, perubahan jadwal, atau situasi yang membutuhkan penyesuaian.
Tetapi ada satu hal yang sering membuat traveler terkesan:
transportasi umum di sana bukan sekadar alat untuk berpindah tempat.
Transportasi menjadi bagian dari pengalaman perjalanan.
Kita belajar membaca peta.
Belajar mengikuti jadwal.
Belajar antre.
Belajar memperhatikan pengumuman.
Bahkan belajar lebih mandiri.
Dan semakin sering bepergian, traveler biasanya semakin menyadari bahwa kemampuan menggunakan transportasi umum adalah salah satu skill penting saat traveling.
7. Justru di Sini Letak Serunya Traveling
Ada perasaan berbeda ketika berhasil sampai ke sebuah tempat dengan transportasi umum tanpa bantuan siapa pun.
Awalnya bingung.
Kemudian mencari jalur.
Salah membaca papan.
Mungkin sempat turun di stasiun yang salah.
Lalu mencoba lagi.
Dan akhirnya sampai.
Pengalaman kecil seperti itu sering kali justru menjadi cerita yang paling diingat setelah pulang.
Karena traveling bukan hanya tentang berapa banyak tempat yang berhasil dikunjungi.
Tetapi juga tentang pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah kita rasakan.
Jadi, kalau selama ini masih berpikir “kalau ke luar negeri harus selalu ikut kendaraan tour”, mungkin sudah waktunya mencoba satu perjalanan menggunakan transportasi umum.
Siapa tahu setelah berhasil sekali, kamu malah ketagihan.
Karena ternyata…
naik kereta di negara orang bukan sekadar perjalanan menuju destinasi.
Kadang, perjalanan itulah yang menjadi bagian paling seru dari liburan.