Sudah jauh-jauh traveling ke luar negeri.
Sudah menyiapkan outfit terbaik.
Sudah membayangkan foto yang keren di depan landmark terkenal.
Tapi begitu sampai…
“Maaf, pakaian seperti ini tidak diperbolehkan masuk.”
Nah, ini baru bikin panik.
Bukan karena outfit-nya jelek.
Bukan juga karena salah ukuran.
Tetapi karena aturan berpakaian di tempat tujuan ternyata berbeda dari yang kita bayangkan.
Setiap negara memiliki budaya dan kebiasaan sendiri. Terlebih ketika kita mengunjungi tempat ibadah, situs bersejarah, atau kawasan yang memiliki aturan khusus.
Jadi sebelum memasukkan outfit ke koper, jangan cuma bertanya:
“Bagus nggak buat foto?”
Tanyakan juga:
“Boleh nggak dipakai di sana?”
Berikut beberapa destinasi yang perlu kamu perhatikan.
1. Thailand — Jangan Samakan Kuil dengan Tempat Wisata Biasa
Thailand memang terkenal dengan cuaca tropisnya.
Panas.
Lembap.
Jadi wajar kalau traveler ingin memakai pakaian yang ringan.
Tetapi ketika masuk kuil, aturannya bisa berbeda.
Otoritas pariwisata Thailand menyarankan pengunjung mengenakan pakaian yang sopan dan menghindari pakaian yang terlalu terbuka seperti atasan tanpa lengan, crop top, celana pendek, atau pakaian ketat/terbuka ketika mengunjungi kuil. Di beberapa tempat, pengunjung dengan pakaian yang dianggap tidak pantas bahkan dapat ditolak masuk.
Jadi kalau itinerary-mu berisi pantai dan kuil dalam satu hari…
Jangan cuma membawa pakaian pantai.
Siapkan outer atau pakaian yang lebih tertutup.
Dengan begitu kamu tidak perlu repot mencari kain penutup secara mendadak.
2. Jepang — Tidak Selalu Ketat, Tapi Tetap Harus Sopan
Jepang memang tidak memiliki aturan berpakaian yang ketat untuk wisatawan secara umum.
Tetapi ketika mengunjungi kuil atau shrine, wisatawan tetap diharapkan berpakaian pantas dan tidak terlalu terbuka.
Ada hal lain yang juga sering dilupakan:
sepatu.
Di beberapa bangunan kuil, pengunjung bisa diminta melepas sepatu.
Artinya, outfit yang paling fashionable sekalipun tidak akan membantu kalau kamu memakai sepatu yang ribet dilepas-pasang.
JNTO juga menyarankan memakai sepatu yang mudah dilepas dan dipakai kembali serta kaus kaki yang baik ketika mengunjungi tempat-tempat tersebut.
Jadi kalau itinerary-mu banyak mengunjungi kuil:
Fashion boleh. Praktis jangan dilupakan.
3. Vatican City — Outfit Bisa Menentukan Boleh Masuk atau Tidak
Nah, yang satu ini jangan sampai disepelekan.
Vatican Museums, Sistine Chapel, St. Peter's Basilica, dan Vatican Gardens memiliki ketentuan pakaian bagi pengunjung.
Pakaian tanpa lengan atau berpotongan rendah, celana pendek di atas lutut, serta rok mini tidak diperbolehkan. Topi juga tidak diperkenankan dalam ketentuan yang tercantum untuk pengunjung.
Jadi kalau kamu sedang keliling Eropa saat musim panas, jangan sampai berpikir:
“Hari ini panas, pakai outfit paling adem saja.”
Bisa jadi outfit tersebut cocok untuk jalan-jalan di kota…
Tetapi tidak cocok untuk masuk tempat yang akan kamu kunjungi berikutnya.
Solusinya sederhana.
Simpan pakaian penutup ringan di tas.
Daripada sudah jauh-jauh datang…
malah tidak bisa masuk.
4. Arab Saudi — Pakaian Sopan Tetap Jadi Perhatian
Arab Saudi memiliki aturan kesopanan di ruang publik yang perlu diketahui wisatawan.
Dalam Public Decorum Charter resmi untuk wisatawan, pengunjung di ruang publik diwajibkan berpakaian sopan dan tidak mengenakan pakaian dengan gambar, simbol, atau tulisan yang dianggap melanggar kesopanan umum.
Artinya, jangan menganggap standar pakaian saat liburan di negara lain otomatis berlaku di Arab Saudi.
Sebelum berangkat, perhatikan konteks tempat yang akan dikunjungi.
Apalagi jika itinerary melibatkan tempat yang memiliki nilai keagamaan atau budaya yang kuat.
Prinsip paling aman:
Pilih pakaian yang sopan dan nyaman.
Bukan berarti kamu harus meninggalkan gaya berpakaian.
Tetapi sesuaikan gaya dengan tempat.
5. Yordania — Nyaman Boleh, Terlalu Terbuka Sebaiknya Hindari
Yordania punya destinasi yang sangat menarik untuk traveler.
Petra.
Wadi Rum.
Amman.
Laut Mati.
Karena banyak aktivitas dilakukan di luar ruangan, pakaian yang nyaman tentu penting.
Tetapi untuk perjalanan budaya, pakaian yang terlalu terbuka sebaiknya dihindari.
Panduan wisata resmi Yordania menyebut pakaian yang sangat terbuka tidak dianjurkan dan menyarankan pakaian konservatif terutama di kawasan Amman lama serta di luar kota. Panduan itinerary resmi lainnya juga menyarankan pakaian sopan yang menutupi bahu dan lutut untuk sejumlah situs budaya dan keagamaan.
Jadi untuk Yordania, kombinasi yang aman adalah:
Nyaman + tertutup + tetap cocok untuk cuaca.
Jangan lupa sepatu yang nyaman juga.
Karena beberapa tempat seperti Petra membutuhkan cukup banyak berjalan kaki.
Jadi, Haruskah Traveling Selalu Pakai Baju Tertutup?
Tentu tidak.
Ini bukan soal semua negara mengharuskan wisatawan memakai pakaian tertutup.
Justru yang penting adalah menyesuaikan pakaian dengan tempat.
Ke pantai?
Pakai pakaian yang sesuai.
Jalan-jalan di kota?
Sesuaikan dengan cuaca dan aktivitas.
Masuk tempat ibadah?
Gunakan pakaian yang lebih sopan.
Mengunjungi restoran tertentu?
Perhatikan dress code jika ada.
Masuk tempat wisata dengan aturan khusus?
Baca informasinya sebelum berangkat.
Jadi sebenarnya bukan soal:
“Baju apa yang paling bagus?”
Tetapi:
“Baju apa yang paling tepat untuk tempat yang akan saya kunjungi?”
Trik Traveler: Selalu Bawa “Outfit Penyelamat”
Ini salah satu trik sederhana yang bisa menyelamatkan itinerary.
Masukkan satu pakaian serbaguna ke dalam daypack.
Misalnya:
- Outer ringan
- Cardigan
- Kemeja lengan panjang
- Celana panjang ringan
- Scarf atau kain penutup
Tidak perlu besar.
Yang penting bisa digunakan ketika tiba-tiba ada tempat yang memiliki aturan berpakaian.
Jadi kalau pagi kamu memakai outfit santai…
Kemudian siang harus masuk kuil atau tempat ibadah…
Tinggal pakai outer.
Tidak perlu kembali ke hotel.
Tidak perlu membeli pakaian baru.
Dan yang paling penting…
Tidak perlu mengalami momen:
“Lho, kok aku nggak boleh masuk?”
Jangan Sampai Outfit Jadi Masalah di Tengah Liburan
Traveling ke luar negeri memang kesempatan untuk tampil berbeda.
Mau foto keren?
Silakan.
Mau mencoba fashion yang belum pernah dipakai?
Boleh.
Tetapi jangan lupa bahwa kita sedang menjadi tamu di tempat orang lain.
Ada budaya yang perlu dihormati.
Ada tempat yang memiliki nilai sakral.
Dan ada aturan yang memang dibuat untuk pengunjung.
Karena traveler yang baik bukan hanya tahu tempat mana yang harus dikunjungi.
Tetapi juga tahu:
Bagaimana harus bersikap ketika sampai di sana.
Jadi sebelum memasukkan baju ke koper, coba cek lagi itinerary.
Ada kuil?
Ada masjid?
Ada gereja?
Ada situs keagamaan?
Ada restoran dengan dress code?
Kalau ada…
Siapkan outfit-nya dari rumah.
Karena jangan sampai momen yang seharusnya menjadi kenangan indah berubah menjadi cerita:
“Gara-gara salah kostum, aku malah nggak boleh masuk.”
Dan percaya deh…
Cerita seperti itu mungkin lucu setelah pulang.
Tapi pasti tidak lucu ketika kamu sedang berdiri di depan pintu masuk.