logo Asfatour Travel

Negara yang Paling Cocok Dikunjungi Saat Libur Akhir Tahun

4 views

Negara yang Paling Cocok Dikunjungi Saat Libur Akhir Tahun

Ada satu periode dalam setahun ketika banyak orang mulai berpikir tentang hal yang sama:

“Liburan akhir tahun enaknya ke mana?”

Setelah berbulan-bulan bekerja, menghadapi deadline, rapat, sekolah, bisnis, dan rutinitas yang tidak ada habisnya, Desember sering menjadi waktu yang paling ditunggu.

Bukan hanya karena ada libur panjang.

Tetapi karena akhir tahun terasa seperti kesempatan untuk berhenti sejenak, pergi ke tempat baru, dan menutup tahun dengan cerita yang berbeda.

Menariknya, Desember hingga awal Januari menawarkan pengalaman yang sangat beragam di berbagai negara.

Ada yang berubah menjadi negeri salju.

Ada yang meriah dengan Christmas Market.

Ada yang terkenal dengan pesta countdown.

Ada juga yang justru menawarkan pantai dan matahari karena sedang musim panas.

Jadi, negara mana yang paling cocok untuk liburan akhir tahun?

Berikut beberapa pilihan yang bisa kamu pertimbangkan.

1. Jepang — Untuk Kamu yang Ingin Merasakan Musim Dingin

Kalau membayangkan liburan akhir tahun, Jepang hampir selalu masuk wishlist traveler Indonesia.

Desember membawa suasana musim dingin, iluminasi, salju di sejumlah wilayah, ski, dan berbagai pengalaman khas akhir tahun.

Menurut Japan National Tourism Organization, periode akhir Desember hingga awal Januari merupakan masa Oshogatsu, yaitu periode Tahun Baru Jepang. Banyak kuil mengadakan kegiatan pada malam Tahun Baru dan awal Januari juga menjadi waktu populer untuk mengunjungi kuil atau shrine.

Buat traveler yang ingin merasakan salju, wilayah seperti Hokkaido, Nagano, dan Niigata bisa menjadi pilihan menarik.

Sementara bagi yang lebih suka city trip, Tokyo, Osaka, dan Kyoto tetap menawarkan suasana musim dingin yang khas.

Dan tentu saja...

Ada satu pengalaman yang sulit ditolak:

onsen air panas ketika udara di luar sangat dingin.

Kebayang?

Di luar dingin.

Di dalam air hangat.

Di sekeliling pegunungan atau salju.

Itulah salah satu alasan Jepang begitu menarik untuk liburan akhir tahun.

Cocok untuk: pecinta salju, keluarga, couple, kuliner, shopping, dan first-time traveler ke Jepang.

Catatan: periode Tahun Baru di Jepang sangat ramai dan mahal, bahkan sejumlah bisnis dan restoran dapat tutup selama beberapa hari. Jadi reservasi sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari.

2. Thailand — Hangat, Meriah, dan Cocok untuk Liburan Santai

Kalau kamu tidak terlalu suka udara dingin, jangan dipaksakan.

Ada pilihan yang jauh lebih hangat.

Thailand.

Desember merupakan bagian dari musim sejuk Thailand dan menjadi periode yang menarik untuk menjelajahi berbagai wilayah negara tersebut. Tourism Authority of Thailand juga menyoroti festival Natal dan countdown sebagai salah satu daya tarik bulan Desember.

Bangkok bisa menjadi pilihan untuk kamu yang suka:

kuliner,

shopping,

night market,

hiburan,

dan suasana kota yang tidak pernah benar-benar tidur.

Sementara kalau ingin menikmati pantai, wilayah selatan Thailand menawarkan berbagai pilihan pulau dan kawasan pesisir.

Jadi dalam satu negara kamu bisa mendapatkan:

city tour + kuliner + shopping + pantai + countdown.

Dan kalau masuk Januari, cuaca Thailand juga semakin menarik untuk aktivitas outdoor dan wisata pantai. Tourism Authority of Thailand menyebut Januari sebagai periode yang sangat baik untuk menikmati kawasan pantai di sisi Andaman maupun Gulf of Thailand.

Cocok untuk: keluarga, rombongan teman, traveler pemula, dan kamu yang ingin liburan akhir tahun tanpa udara ekstrem.

3. Australia — Merayakan Tahun Baru di Musim Panas

Ini yang membuat Australia menarik.

Ketika Indonesia dan banyak negara di belahan bumi utara sibuk dengan suasana musim dingin...

Australia justru sedang musim panas.

Desember hingga Februari merupakan musim panas Australia, dengan cuaca hangat dan cerah terutama di wilayah selatan.

Jadi kamu bisa merayakan Natal atau Tahun Baru dengan suasana yang sangat berbeda.

Bayangkan:

siang bermain di pantai,

sore menikmati sunset,

malam melihat kembang api Tahun Baru.

Sydney tentu menjadi salah satu pilihan paling ikonik.

New Year's Eve di Sydney terkenal dengan pertunjukan kembang api di sekitar Sydney Harbour.

Tetapi Australia tidak hanya tentang Sydney.

Kamu juga bisa mempertimbangkan Melbourne, Tasmania, Gold Coast, Perth, atau kawasan pesisir lainnya tergantung gaya liburanmu.

Namun perlu diperhatikan bahwa musim panas merupakan high season di Australia, sehingga permintaan dan harga akomodasi dapat meningkat. Tourism Australia menyarankan pemesanan lebih awal untuk periode ini.

Cocok untuk: keluarga, couple, beach lover, road trip, dan traveler yang ingin merasakan Tahun Baru dengan suasana musim panas.

4. Korea Selatan — Salju, Kuliner, dan Suasana Kota yang Hidup

Kalau Jepang sudah terlalu sering muncul di wishlist-mu, coba lihat ke sebelahnya.

Korea Selatan.

Desember dan Januari memberikan pengalaman musim dingin yang berbeda.

Seoul berubah menjadi kota dengan udara dingin, iluminasi, café yang nyaman, makanan hangat, dan kemungkinan salju.

Kamu bisa menghabiskan pagi mengunjungi istana atau kawasan tradisional.

Siang mencari makanan Korea.

Sore menikmati café.

Malam berjalan di tengah kota yang penuh lampu.

Dan kalau ingin benar-benar merasakan salju, perjalanan bisa dilanjutkan ke kawasan pegunungan atau resort ski.

Ada satu hal yang membuat Korea menarik:

dinginnya bisa menjadi bagian dari pengalaman.

Makan tteokbokki panas ketika udara dingin.

Minum kopi di café dengan jendela berkabut.

Atau berjalan memakai coat sambil melihat salju turun.

Itu jenis pengalaman yang biasanya tidak didapat ketika liburan ke negara tropis.

Cocok untuk: anak muda, couple, pecinta K-pop/K-drama, kuliner, shopping, dan traveler yang ingin menikmati winter.

5. Singapura — Countdown Tanpa Harus Liburan Terlalu Lama

Tidak semua orang punya waktu untuk mengambil cuti panjang.

Kalau kamu hanya punya beberapa hari, Singapura bisa menjadi pilihan praktis.

Jaraknya relatif dekat dari Indonesia.

Transportasinya mudah.

Kotanya modern.

Kuliner beragam.

Dan menjelang Tahun Baru, berbagai kawasan biasanya dipenuhi aktivitas dan dekorasi.

Kamu bisa menggabungkan:

city tour + shopping + kuliner + hiburan + countdown.

Yang menarik, Singapura juga cocok untuk berbagai kelompok.

Mau pergi bersama keluarga?

Bisa.

Mau couple trip?

Bisa.

Mau bersama teman?

Juga bisa.

Bahkan untuk traveler yang baru pertama kali bepergian ke luar negeri, Singapura termasuk pilihan yang relatif mudah untuk dijadikan perjalanan internasional pertama.

Jadi kalau waktu cutimu terbatas...

Tidak perlu menunggu punya dua minggu.

Long weekend pun bisa terasa seperti liburan.

Cocok untuk: first-time traveler, keluarga, short escape, dan traveler dengan waktu terbatas.

Bonus: Kalau Mau Natal yang Benar-Benar Berbeda

Kalau tujuanmu bukan sekadar liburan, tetapi ingin merasakan Christmas atmosphere, negara-negara Eropa tentu punya daya tarik tersendiri.

Kota seperti Strasbourg, Vienna, Prague, dan Cologne terkenal dengan Christmas Market dan dekorasi musim dingin.

Suasananya jauh berbeda dari liburan tropis.

Udara dingin.

Bangunan tua.

Lampu Natal.

Pasar tradisional.

Dan aroma makanan hangat di sepanjang jalan.

Namun konsekuensinya juga jelas:

budget lebih besar dan persiapan harus lebih matang.

Karena periode Natal dan Tahun Baru termasuk periode populer untuk perjalanan internasional.

Jadi, Mana yang Paling Cocok?

Sebenarnya tidak ada satu jawaban untuk semua orang.

Pilihan terbaik tergantung pengalaman seperti apa yang kamu cari.

Mau salju?
Jepang atau Korea Selatan.

Mau pantai dan cuaca hangat?
Thailand atau Australia.

Mau countdown spektakuler?
Australia.

Mau liburan singkat?
Singapura.

Mau Christmas Market dan suasana Eropa?
Prancis, Austria, Ceko, atau Jerman.

Jadi sebelum membeli tiket, jangan hanya bertanya:

“Negara mana yang paling bagus?”

Tanyakan juga:

“Pengalaman seperti apa yang ingin aku bawa pulang?”

Karena liburan akhir tahun bukan cuma soal pergi ke negara lain.

Ini tentang bagaimana kamu ingin menutup satu tahun dan membuka tahun berikutnya.

Jangan Sampai Liburan Akhir Tahun Berubah Jadi Drama

Ada satu hal penting yang sering dilupakan.

Liburan akhir tahun adalah salah satu periode paling ramai dalam kalender perjalanan.

Artinya:

harga tiket bisa meningkat,

hotel cepat penuh,

atraksi populer bisa ramai,

dan jadwal transportasi tertentu bisa lebih padat.

Khusus Jepang, JNTO secara eksplisit menyebut periode Tahun Baru sebagai waktu yang sibuk dan mahal untuk bepergian.

Australia juga memasuki high season pada Desember–Februari dan menyarankan wisatawan melakukan pemesanan lebih awal.

Jadi kalau sudah tahu ingin liburan akhir tahun...

jangan menunggu Desember baru mulai mencari.

Semakin awal kamu menentukan destinasi, semakin banyak pilihan yang bisa dibandingkan.

Karena Akhir Tahun Seharusnya Ditutup dengan Cerita

Setahun penuh kita mengejar banyak hal.

Target.

Omzet.

Karier.

Deadline.

Rapat.

Rutinitas.

Sampai kadang kita lupa bahwa hidup juga perlu diberi jeda.

Mungkin karena itu liburan akhir tahun terasa berbeda.

Kita bukan sekadar ingin pergi.

Kita ingin menghargai diri sendiri setelah melewati satu tahun penuh.

Entah dengan melihat salju di Jepang.

Menikmati pantai Thailand.

Melihat kembang api di Sydney.

Menjelajahi Seoul yang dingin.

Atau sekadar menikmati beberapa hari santai di Singapura.

Destinasinya boleh berbeda.

Tapi tujuannya sama:

pulang dengan hati yang lebih ringan dan cerita yang lebih banyak.

Karena satu tahun mungkin akan segera berakhir.

Dan tahun berikutnya akan segera dimulai.

Pertanyaannya...

Kamu mau menutup tahun ini dengan cara yang biasa saja, atau dengan sebuah perjalanan yang akan kamu ingat bertahun-tahun?

[artikel lainnya]
hubungi kami!