Pengen merasakan sensasi hiking di luar negeri, tapi belum pernah mendaki gunung sebelumnya?
Tenang. Hiking tidak selalu berarti harus membawa carrier besar, tidur di tenda, atau mendaki berjam-jam sampai ke puncak.
Di beberapa negara, tersedia jalur hiking yang relatif mudah, terawat, memiliki petunjuk yang jelas, bahkan bisa dijangkau dengan transportasi umum. Jadi, kamu tetap bisa menikmati alam tanpa harus menjadi pendaki berpengalaman.
Justru, untuk pemula, memilih jalur hiking yang tepat jauh lebih penting daripada memaksakan diri mengejar ketinggian.
Berikut beberapa negara yang menarik untuk kamu pertimbangkan.
1. Jepang — Hiking di Tengah Pegunungan dan Kota Modern
Jepang mungkin lebih dikenal dengan Tokyo, Osaka, Kyoto, atau Gunung Fuji. Namun, negara ini juga punya banyak pilihan jalur hiking untuk berbagai tingkat kemampuan.
Salah satu yang populer untuk pemula adalah Mount Takao di sekitar Tokyo.
Menariknya, Mount Takao memiliki beberapa jalur menuju puncak. Jalur No. 1, misalnya, membutuhkan sekitar 100 menit menuju puncak. Bagi yang ingin mengurangi tantangan, tersedia cable car dan chairlift yang dapat membawa pengunjung hingga sebagian perjalanan.
Jepang juga memiliki banyak trailhead yang dapat dijangkau dengan transportasi umum, sehingga hiking bisa menjadi bagian dari itinerary liburan tanpa harus menghabiskan waktu khusus untuk perjalanan panjang menuju lokasi.
Cocok untuk: first-time hiker yang ingin menggabungkan hiking, budaya, kuliner, dan city tour.
Hiking pagi, makan ramen siang, lalu shopping sore. Siapa bilang hiking harus mengorbankan itinerary?
2. Selandia Baru — Jalur Pendek dengan Pemandangan Luar Biasa
Kalau membayangkan hiking di Selandia Baru, mungkin yang terlintas adalah perjalanan berhari-hari melewati pegunungan.
Padahal, tidak semuanya seperti itu.
Selandia Baru memiliki banyak short walks yang dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat. Pemerintah pariwisatanya bahkan menyediakan daftar jalur yang cocok untuk berbagai kemampuan, termasuk jalur yang dapat dilakukan oleh casual walkers.
Beberapa pilihan yang menarik antara lain Lake Matheson Walk, Blue Pools Track, Hooker Valley Track, dan Rangitoto Summit Track.
Bahkan beberapa short walk memiliki jalur yang relatif landai dan terawat dengan baik.
Jadi kalau kamu ingin merasakan alam Selandia Baru tanpa langsung melakukan ekspedisi panjang, short walk bisa menjadi pilihan yang jauh lebih masuk akal.
Cocok untuk: pemula yang mengejar pemandangan alam spektakuler.
3. Swiss — Hiking dengan Panorama Pegunungan Alpen
Swiss adalah salah satu destinasi yang menarik untuk traveler yang ingin mencoba hiking sambil menikmati panorama pegunungan.
Yang menarik, pilihan jalurnya sangat beragam.
Swiss Tourism mencantumkan berbagai rute dengan durasi yang berbeda-beda. Salah satunya adalah Eiger Trail, yang tercatat sekitar 6 km dengan durasi kurang lebih 1 jam 55 menit. Ada pula Panorama Trail above Zurich yang sekitar 6 km dengan durasi kurang lebih 1 jam 40 menit.
Artinya, kamu tidak harus langsung mengambil rute ekstrem untuk mendapatkan pengalaman hiking di Swiss.
Bayangkan berjalan santai sambil melihat pegunungan Alpen di kejauhan.
Itu sudah cukup untuk membuat sebuah perjalanan terasa berbeda.
Cocok untuk: pemula yang ingin hiking dengan fasilitas dan pemandangan premium.
4. Korea Selatan — Hiking yang Bisa Dipadukan dengan City Trip
Korea Selatan juga menarik untuk traveler pemula karena aktivitas hiking dapat dipadukan dengan perjalanan ke kota.
Di sekitar Seoul dan kota-kota lainnya terdapat berbagai kawasan pegunungan dan jalur pendakian yang populer di kalangan masyarakat lokal.
Menariknya, hiking di Korea bukan hanya aktivitas wisatawan. Bagi banyak masyarakat Korea, mendaki merupakan bagian dari aktivitas rekreasi sehari-hari.
Karena itu, kamu bisa mendapatkan pengalaman yang berbeda:
Pagi menikmati udara pegunungan.
Siang kembali ke kota.
Sore makan Korean BBQ.
Malamnya shopping.
Jadi hiking tidak harus menjadi satu-satunya aktivitas dalam perjalanan.
Cocok untuk: traveler yang ingin mencoba hiking tetapi tetap ingin menikmati suasana kota.
5. Taiwan — Hiking dengan Pilihan Jalur yang Beragam
Taiwan juga layak masuk daftar bagi pemula yang ingin mencoba hiking di luar negeri.
Salah satu keunggulannya adalah pilihan jalur yang sangat beragam, mulai dari rute pendek di sekitar kota hingga trek pegunungan yang lebih menantang.
Bagi first-timer, prinsipnya sederhana:
Jangan langsung mengejar puncak tertinggi.
Pilih rute pendek terlebih dahulu.
Rasakan bagaimana tubuh merespons aktivitasnya.
Setelah mulai terbiasa, barulah mencoba jalur yang lebih panjang.
Dengan begitu, hiking terasa seperti pengalaman menikmati alam, bukan perlombaan untuk membuktikan siapa yang paling kuat.
6. Australia — Hiking Tidak Harus Berarti Mendaki Gunung
Australia juga punya banyak walking trail yang menarik.
Yang membuatnya menarik untuk pemula adalah pilihan aktivitas outdoor yang sangat luas.
Kamu bisa memilih coastal walk, forest walk, national park trail, hingga jalur yang membutuhkan waktu lebih panjang.
Jadi, kalau kamu belum yakin mampu mendaki gunung, mulai saja dengan walking trail.
Karena pada dasarnya, hiking bukan soal seberapa tinggi kamu naik.
Tetapi soal pengalaman berjalan, menikmati alam, dan keluar sejenak dari rutinitas.
7. Singapura — Pemanasan Sebelum Hiking ke Negara Lain
Kalau benar-benar belum pernah hiking, Singapura justru bisa menjadi tempat latihan yang menarik.
Jangan bayangkan hiking di sini seperti mendaki gunung.
Lebih tepatnya, kamu bisa mencoba berbagai nature trail dan walking route dengan suasana yang tetap dekat dengan kota.
Ini cocok untuk menguji:
- kemampuan berjalan dalam durasi panjang,
- stamina,
- sepatu yang nyaman,
- kemampuan membawa daypack,
- dan apakah kamu ternyata menikmati aktivitas outdoor.
Setelah merasa nyaman, barulah naik level mencoba jalur hiking di negara lain.
Jangan Salah Mengartikan "Ramah Pemula"
Satu hal yang penting:
Ramah pemula bukan berarti tanpa risiko.
Sebuah jalur yang mudah tetap bisa memiliki tanjakan, permukaan licin, perubahan cuaca, atau kondisi medan yang berbeda.
Bahkan destinasi seperti Selandia Baru mengingatkan wisatawan untuk memeriksa kondisi cuaca dan jalur sebelum memulai perjalanan karena kondisi di area pegunungan dapat berubah dengan cepat.
Jadi sebelum hiking, minimal pastikan kamu:
Pakai sepatu yang nyaman.
Bawa air minum.
Cek cuaca.
Perhatikan durasi perjalanan.
Jangan memaksakan diri.
Dan yang paling penting, pilih jalur sesuai kemampuan.
Hiking Pertama Tidak Harus Ekstrem
Kadang kita terlalu sibuk melihat orang mendaki gunung tinggi sampai lupa bahwa perjalanan pertama seharusnya dimulai dari sesuatu yang sederhana.
Tidak perlu langsung mengejar puncak.
Tidak perlu langsung membeli perlengkapan mahal.
Tidak perlu membuktikan apa-apa kepada orang lain.
Mulai saja dengan jalur yang mudah.
Berjalan.
Bernapas.
Menikmati pemandangan.
Lalu pulang membawa cerita.
Karena tujuan hiking bukan selalu tentang "sampai mana kamu bisa naik."
Kadang justru tentang "seberapa banyak yang bisa kamu nikmati selama perjalanan."
Dan kalau pengalaman pertama itu dilakukan di negara lain, mungkin hiking yang awalnya cuma ingin coba-coba malah berubah menjadi alasan untuk kembali traveling.
Siap mencoba hiking pertamamu di luar negeri?